Chandra Setyawan Weblog

General

Jurusan Teknik Pertanian UGM, Sudah Taukah Anda??

000_1247
Tahun ajaran baru 2009 telah datang, tentu bagi seluruh pelajar di indonesia ini menjadi saat saat yang sangat urgent. Mereka akan menghadapi ujain akhir nasional dengan target nilai yang harus dicapai sebagai syarat utama kelulusan. Tak hanya itu, merekapun harus mempersiapkan untuk melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hal yang paling menjadi sorotan pada setiap menjelang tahun ajaran baru adalah proses seleksi mahasiswa baru. Bagi pelajar tingkat SMA sederajat, mereka harus berusaha ekstra keras karena disamping mereka harus mempersiapkan diri untuk mencapai target nilai untuk kelulusan, merekapun harus mempersiapkan untuk seleksi di perguruan tinggi. Hingga saat ini, beberapa perguruan tinggi khususunya PTS telah membuka seleksi penerimaan mahasiswa baru bahkan dengan sistem tes komputer peserta bisa langsung mengetahui hasil seleksi tersebut tanpa harus menunggu lama.
Hal yang menjadi pertimbangan utama dalam menentukan jurusan apa yang akan diambil adalah bagaimana kulitas ataupun kompetensi jurusan tersebut, bagaimana kurikulum dijurusan tersebut apakah sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, intinya apakah setelah lulus dari jurusan tersebut akan mudah mendapatkan pekerjaan. Faktor kredibilitas dari perguruan tinggi adalah hal yang sangat penting dalam menentukan kualitas atapun tingkat keberhasilan alumninya. Kredibilitas baik akan diperoleh jika terbukti alumni dari perguruan tingg i tersebut mampu bersaing di dunia kerja. Kredibilitas yang baik akan menjadikan suatu perguruan tinggi cukup favorit bagi kalangan pelajar tingkat SMU untuk melanjutkan studinya, sehingga tentu bibit-bibit yang masukpun merupakan bibit unggulan dan ini akan semakin meningkatkan kredibilitas perguruan tinggi tersebut.
Indonesia tenttu memiliki sejumlah perguruan tinggi favorit, salah satunya adalah UGM yang saat ini secara umum mungkin merupakan PTN nomor satu di Indonesia dan kredibilitasnya sudah tidak diragukan lagi. Ada banyak jurusan yang tersebar di sekitar 18 fakultas di UGM, ada yang sudah cukup tenar namun ada juga yang belum begitu terkenal. Salah satu jurusan yang ada di UGM adalah jurusan Teknik Pertanian. Jurusan ini sudah ada cukup lama dan merupakan salah satu jurusan favorit di AGRO KOMPLEK. Jurusan ini telah melahirkan banyak tokoh besar dan sukses diberbagai bidang yang mungkin tidak dapat disebutkan semuanya.
Jurusan ini memiliki 3 minat studi yaitu Teknik Produk Pertanian (TPP), Energi dan Mesin Pertanian (EMP) dan Teknik Sumberdaya Alam Pertanian (TSAP). Banyak orang memandang jurusan ini sebagai salah satu jurusan yang lapangan kerjanya sempit, namun kenyataannya jurusan ini sangat favorit bagi sejumlah perusahaan. Alumni jurusan Teknik Pertanian banyak yang bekerja di Perbankan (BI, Mandiri,BRI,BCA,BNI dsb.), Agrobisnis (ASTRA,Triputra,Sugar Group dsb), PNS (Deptan,Litbang, LIPI dsb.), Swasta dan bidang lainnya. Disektor perbankan, beberapa bank besar selalu merekrut alumni yang berbasis ilmu agro untuk posisi pimpinan (officer) dan jurusan ini selalu ambil bagian.Terkadang orang tua lebih bangga memilih/menguliahkan putra-putri mereka pada jurusan yang terbilang “WAH KEREN” tapi tidak melihat reputasi dari universitasnya. Meski Teknik Pertanian UGM kurang begitu “WAH” dari segi nama jurusannya, namun reputasi dan kredibilitas jurusan ini sangat bagus dan sudah teruji. Jadi jangan ragu untuk belajar di Jurusan Teknik Pertanian UGM.
(www.tep.tp.ugm.ac.id).

January 28, 2009 Posted by CHANDRA | Education | | 5 Comments

PENGESAHAN RUU BHP

Pengesahan RUU BHP telah menimbulkan berbagai opini dari semua kalangan. Menanggapi peristiwa tersebut, kita harus benar-benar berfikir secara bijaksana dan melihat peristiwa ini dalam konteks yang luas tidak melihat dari satu sisi saja. Langkah tersebut bisa jadi merupakan salah satu solusi yang paling tepat guna mengatasi permasalah yang dihadapi dunia pendidikan kita. Namun sebaliknya bisa juga menjadi boomerang yang akan semakin memperburuk sistem pendidikan kita. Perlu perencanaan yang matang agar kebijakan tersebut benar benar mampu memberikan solusi guna mengatasi berbagai persoalan dunia pendidikan kita.

Banyak kalangan yang mengkhawatirkan kebijakan tersebut hanya akan semakin memperparah sistem pendidikan kita yang berimbas pada buruknya kualitas pendidikan kita. Mahasiswa banyak yang menanggapi dalam bentuk demonstrasi sebagai wujud penolakan terhadap kebijakan tersebut. Jelas bahwa adanya ketidakpercayaan lagi terhadap pemerintahan. Kebijakan tersebut akan mengakibatkan status PTN menjadi BHMN yang ini berarti ada kemungkinan pengurangan atau penghapusan subsidi dari pemerintah dan ini berarti pula bahwa kemungkinan terjadi kenaikan biaya kuliah sangat besar. Mungkin inilah yang menjadi alasan penolakan dari kalangan mahasiswa.

Sistem pendidikan yang telah kita terapkan khususnya di tingkat pendidikan tinggi, jelas kurang mampu mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas tinggi yang berstandar internasional. Terwujudnya pendidikan berkualitas perlu didukung adanya biaya yang besar dalam bentuk fasilitas yang memadai dan didukung sistem pendidikan yang baik pula. Selama ini pemenuhan fasilitas cenderung bergantung dari adanya anggaran atau bantuan pemerintah, sedangkan persoalan pemerintah sendiri sangat kompleks sehingga untuk memperhatikan pemenuhan fasilitas jelas sangatlah kurang. Jika kondisi ini dibiarkan terus menerus, maka dunia pendidikan kita akan semakin tertinggal. Lihat saja peringkat PTN kita versi webometric (www.webometrics.info), walaupun mungkin tidak begitu akurat namun setidaknya kita bisa tau bagaimana pandangan dunia tentang kualitas pendidikan kita. Peringkat asia saja, hanya ada 2 PTN Indonesia yaitu UGM dan ITB yang masuk peringkat 100 besar perguruan tinggi terbaik di asia.

Kondisi yang seperti itulah mungkin yang dijadikan pertimbangan oleh pemerintah dalam menentukan kebijakan tentang undang undang Badan Hukum Pendidikan (BHP), dan tentu saja kebijakan ini diprakarsai oleh banyak kalangan. Jika undang-undang tersebut telah benar benar dilaksanakan secara penuh, maka tingkat kesejahteraan perguruan tinggi dalam memenuhi kebutuhannya akan lebih baik lagi, sehingga diharapkan kualitas pendidikan kita akan semakin baik. Disisi lain, kebijakan tersebut akan sangat berpotensi mengakibatkan biaya pendidikan naik, karena otonomi kampus sehingga mungkin sudah tidak ada subsidi lagi. Kenaikan biaya perkuliahan sebenarnya bisa saja dihindari walaupun itu sangat berat, tentu jika perguruan tinggi mampu mencari dana dari luar. Selain itu, adanya kebijakan tersebut akan memungkinkan memberikan peluang bagi anak bangsa yang tidak mampu kuliah, tentu dengan menganut sistem keadilan proporsional. Tarif biaya pendidikan yang tinggi hanya diperuntukan bagi masyarakat yang mampu, sementara bagi yang tidak mampu bisa dibantu dari dana yang sebelumnya digunakan untuk mengsubsidi PTN sehingga mereka bisa kuliah gratis dengan biaya secara penuh dari pemerintah.

Sistem subsidi yang telah kita terapkan sebelumnya adalah pemberian keringanan biaya perkualiahan tanpa memandang tingkat kesejahteraan masyarakat. Bagi orang kaya atau mampu, biaya pendidikan sebesar apapun tidak akan menjadi masalah, apalagi indonesia ini sebenarnya merupakan negara yang sangat kaya, hanya saja kekayaan itu tidak merata. Disisi lain ada orang indonesia yang dinobatkan sebagai orang terkaya di asia, namun masih banyak pula warga indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan dengan segala keterbatasannya. Kondisi tersebut perlu benar benar menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengambil setiap kebijakan khususnya yang menyangkut persoalan biaya pendidikan. Adanya sistem yang baru akan memungkinkan pemberian subsidi atau bantuan pendidikan yang lebih tepat sasaran dengan memberi kesempatan dan memfasilitasi generasi bangsa yang tidak mampu. Tanpa adanya kepedulian dari pemerintah, maka akan ada banyak generasi bangsa yang kehilangan kesempatan untuk mengeyam pendidikan khususnya ditingkat universitas hanya karena tidak mampu membayar biaya kuliah.

Permasalahan yang mungkin akan dihadapi pemerintah terkait kebijakan ini jelas akan bertambah. Status kepegawaian dari PTN sendiri tentu akan berubah. Selain itu, apakah semua PTN sudah siap untuk melaksanakan semua ini, dan yang terpenting adalah bagaimana pemerintah bisa menjamin bahwa kebijakan ini bisa dilaksanakan dengan tepat sasaran dan mampu mengatasi berbagai persoalan yang ada. Perlu adanya peran serta masyarakat dan semua kalangan secara aktif dalam mengawasi pelaksanan mengenai kebijakan tersebut. Semoga kebijakan tersebut benar-benar akan menjadikan kualitas pendidikan kita semakin baik.

December 18, 2008 Posted by CHANDRA | Education | | No Comments Yet

UGM peringkat 88 di ASIA versi webometrics???

030n-n2

Setiap manusia menginginkan yang terbaik bagi masa depannya. Tak heran jika mereka mengenyam berbagi pendidikan hingga jenjang yang dirasa cukup. Masa depan seseorang dinilai akan terjamin salah satunya jika ia berhasil menuntut penndidikan di suatu perguruan tinggi yang bergengsi yaitu perguruan tinggai favorit, setidaknya itulah yang masih terjadi di indonesia. Nama atau reputasi suatu perguruan tinggi sangat berpengaruh terhadap masa depan lulusannya walau tidak sepenuhnya itu benar karena kunci kesuksesan seseorang pada intinya adalah tergantung pada dirinya. Semakin tinggi atau baik reputasi suatu perguruan tinggi, maka nilai dari lulusannya akan semakin tinggi, apalagi jika perguruan tinggi tersebut mampu menduduk peringkat dunia.

UGM merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik dan tertua di indonesia. Berdasarkan peringkat dari webometric, hanya ada dua perguruan tinggi di indonesia yang masuk dalam peringkat 100 besar asia yaitu UGM dan ITB. UGM dari tahun ketahun mengalami penurunan peringkat dalam 100 perguruan tingi terbaik di asia. Menanggapi hal tersebut, kita mestinya tetap bangga dan yakin pada kemampuan kita sebagai kalangan akademisi di UGM jika kita adalah yang terbaik. Penentuan peringkat webometric ditentukan berdasarkan banyak kriteria, diantaranya adalah ketersediaan fasilitas, sarana, manajemen dan sistem pendukung lainnya. Jika kita bebicara mengenai fasilitas,sarana dsb, maka satu kata kunci untuk memenuhi kebituhan tersebut yaitu uang. Kita jelas kalah dari segi sarana fisik karena memang keterbatasan anggaran kita untuk sektor pendidikan. Negara-negara yang memiliki pendapatan yang besar, akan melengkapi sarana dengan baik. Begitu juga dengan sarana lainnya. Tidak heran jika National University of Singapore (NUS)bisa menempati peringkat 5 besar karena singapura tergolong negara maju dengan uang yang berlimpah. Kita harus tetap optimis jika kitalah yang terbaik

October 31, 2008 Posted by CHANDRA | Education | | 1 Comment