Indonesia-Rusia in Education Relationship
Sejak merdeka, Indonesia berusaha meningkatkan kerjasama dengan berbagai negara dunia sebagai langkah untuk mengeksiskan keberadaan republik ini, sekaligus menuju negara Indonesia yang semakin maju. Pada masa awal pemerintahan presiden soekarno, salah satu negara adi daya yang berhasil di rangkul oleh Indonesia adalah Rusia. Pada jaman itu, banyak sekali orang indonesia yang dikirim ke Rusia untuk mengikuti pendidikan di berbagai bidang dan tingkat sebagai salah satu bentuk kerja sama disektor pendidikan antara pemerintah RI-Rusia. Sebagai salah satu negara adi daya, tentu Rusia memiliki tingkat kehidupan yang modern dan maju disemua bidang termasuk di bidang pendidikan dan iptek. Banyak orang Indonesia lulusan dari Rusia yang membantu dalam membangun bangsa ini. Namun sejak presiden Soekarno turun jabatan sebagai presiden RI ditambah lagi runtuhnya USSR, jumlah pelajar Indonesia yang belajar di Rusia semakin menurun hingga saat ini. Menurut catatan kedutaan besar Indonesia untuk Rusia, hanya ada sekitar 100 orang indonesia yang belajar di Rusia saat ini dan itupun di dominasi oleh pelajar yyang menuntut ilmu pada level S-1. Jika dibandingkan dengan Malaysia atau Vietnam dimana jumlah pelajar yang belajar di Rusia sangat besar mencapai ribuan tentu jumlah pelajar Indonesia di Rusia sangatlah sedikit. Ada banyak hal yang menjadi penyebabnya, diantaranya karena harus belajar bahasa rusia yang memakan waktu lebih dari 9 bulan, biaya kuliah yang mahal sedangkan lembaga/pemerintah rusia hanya bisa memberi sedikit beasiswa sekitar 50 USD perbulan. Rusia sangat dikenal dibidang IPTEKnya, semoga hal ini bisa menjadi pertimbangan pemerintah untuk lebih memacu pelajar Indonesia belajar di Rusia mungkin melalui pemberian beasiswa yang jumlahnya lebih dari cukup untuk biaya hidup dan studi di Rusia.
Jurusan Teknik Pertanian UGM, Sudah Taukah Anda??

Tahun ajaran baru 2009 telah datang, tentu bagi seluruh pelajar di indonesia ini menjadi saat saat yang sangat urgent. Mereka akan menghadapi ujain akhir nasional dengan target nilai yang harus dicapai sebagai syarat utama kelulusan. Tak hanya itu, merekapun harus mempersiapkan untuk melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hal yang paling menjadi sorotan pada setiap menjelang tahun ajaran baru adalah proses seleksi mahasiswa baru. Bagi pelajar tingkat SMA sederajat, mereka harus berusaha ekstra keras karena disamping mereka harus mempersiapkan diri untuk mencapai target nilai untuk kelulusan, merekapun harus mempersiapkan untuk seleksi di perguruan tinggi. Hingga saat ini, beberapa perguruan tinggi khususunya PTS telah membuka seleksi penerimaan mahasiswa baru bahkan dengan sistem tes komputer peserta bisa langsung mengetahui hasil seleksi tersebut tanpa harus menunggu lama.
Hal yang menjadi pertimbangan utama dalam menentukan jurusan apa yang akan diambil adalah bagaimana kulitas ataupun kompetensi jurusan tersebut, bagaimana kurikulum dijurusan tersebut apakah sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, intinya apakah setelah lulus dari jurusan tersebut akan mudah mendapatkan pekerjaan. Faktor kredibilitas dari perguruan tinggi adalah hal yang sangat penting dalam menentukan kualitas atapun tingkat keberhasilan alumninya. Kredibilitas baik akan diperoleh jika terbukti alumni dari perguruan tingg i tersebut mampu bersaing di dunia kerja. Kredibilitas yang baik akan menjadikan suatu perguruan tinggi cukup favorit bagi kalangan pelajar tingkat SMU untuk melanjutkan studinya, sehingga tentu bibit-bibit yang masukpun merupakan bibit unggulan dan ini akan semakin meningkatkan kredibilitas perguruan tinggi tersebut.
Indonesia tenttu memiliki sejumlah perguruan tinggi favorit, salah satunya adalah UGM yang saat ini secara umum mungkin merupakan PTN nomor satu di Indonesia dan kredibilitasnya sudah tidak diragukan lagi. Ada banyak jurusan yang tersebar di sekitar 18 fakultas di UGM, ada yang sudah cukup tenar namun ada juga yang belum begitu terkenal. Salah satu jurusan yang ada di UGM adalah jurusan Teknik Pertanian. Jurusan ini sudah ada cukup lama dan merupakan salah satu jurusan favorit di AGRO KOMPLEK. Jurusan ini telah melahirkan banyak tokoh besar dan sukses diberbagai bidang yang mungkin tidak dapat disebutkan semuanya.
Jurusan ini memiliki 3 minat studi yaitu Teknik Produk Pertanian (TPP), Energi dan Mesin Pertanian (EMP) dan Teknik Sumberdaya Alam Pertanian (TSAP). Banyak orang memandang jurusan ini sebagai salah satu jurusan yang lapangan kerjanya sempit, namun kenyataannya jurusan ini sangat favorit bagi sejumlah perusahaan. Alumni jurusan Teknik Pertanian banyak yang bekerja di Perbankan (BI, Mandiri,BRI,BCA,BNI dsb.), Agrobisnis (ASTRA,Triputra,Sugar Group dsb), PNS (Deptan,Litbang, LIPI dsb.), Swasta dan bidang lainnya. Disektor perbankan, beberapa bank besar selalu merekrut alumni yang berbasis ilmu agro untuk posisi pimpinan (officer) dan jurusan ini selalu ambil bagian.Terkadang orang tua lebih bangga memilih/menguliahkan putra-putri mereka pada jurusan yang terbilang “WAH KEREN” tapi tidak melihat reputasi dari universitasnya. Meski Teknik Pertanian UGM kurang begitu “WAH” dari segi nama jurusannya, namun reputasi dan kredibilitas jurusan ini sangat bagus dan sudah teruji. Jadi jangan ragu untuk belajar di Jurusan Teknik Pertanian UGM.
(www.tep.tp.ugm.ac.id).
PENGESAHAN RUU BHP
Pengesahan RUU BHP telah menimbulkan berbagai opini dari semua kalangan. Menanggapi peristiwa tersebut, kita harus benar-benar berfikir secara bijaksana dan melihat peristiwa ini dalam konteks yang luas tidak melihat dari satu sisi saja. Langkah tersebut bisa jadi merupakan salah satu solusi yang paling tepat guna mengatasi permasalah yang dihadapi dunia pendidikan kita. Namun sebaliknya bisa juga menjadi boomerang yang akan semakin memperburuk sistem pendidikan kita. Perlu perencanaan yang matang agar kebijakan tersebut benar benar mampu memberikan solusi guna mengatasi berbagai persoalan dunia pendidikan kita.
Banyak kalangan yang mengkhawatirkan kebijakan tersebut hanya akan semakin memperparah sistem pendidikan kita yang berimbas pada buruknya kualitas pendidikan kita. Mahasiswa banyak yang menanggapi dalam bentuk demonstrasi sebagai wujud penolakan terhadap kebijakan tersebut. Jelas bahwa adanya ketidakpercayaan lagi terhadap pemerintahan. Kebijakan tersebut akan mengakibatkan status PTN menjadi BHMN yang ini berarti ada kemungkinan pengurangan atau penghapusan subsidi dari pemerintah dan ini berarti pula bahwa kemungkinan terjadi kenaikan biaya kuliah sangat besar. Mungkin inilah yang menjadi alasan penolakan dari kalangan mahasiswa.
Sistem pendidikan yang telah kita terapkan khususnya di tingkat pendidikan tinggi, jelas kurang mampu mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas tinggi yang berstandar internasional. Terwujudnya pendidikan berkualitas perlu didukung adanya biaya yang besar dalam bentuk fasilitas yang memadai dan didukung sistem pendidikan yang baik pula. Selama ini pemenuhan fasilitas cenderung bergantung dari adanya anggaran atau bantuan pemerintah, sedangkan persoalan pemerintah sendiri sangat kompleks sehingga untuk memperhatikan pemenuhan fasilitas jelas sangatlah kurang. Jika kondisi ini dibiarkan terus menerus, maka dunia pendidikan kita akan semakin tertinggal. Lihat saja peringkat PTN kita versi webometric (www.webometrics.info), walaupun mungkin tidak begitu akurat namun setidaknya kita bisa tau bagaimana pandangan dunia tentang kualitas pendidikan kita. Peringkat asia saja, hanya ada 2 PTN Indonesia yaitu UGM dan ITB yang masuk peringkat 100 besar perguruan tinggi terbaik di asia.
Kondisi yang seperti itulah mungkin yang dijadikan pertimbangan oleh pemerintah dalam menentukan kebijakan tentang undang undang Badan Hukum Pendidikan (BHP), dan tentu saja kebijakan ini diprakarsai oleh banyak kalangan. Jika undang-undang tersebut telah benar benar dilaksanakan secara penuh, maka tingkat kesejahteraan perguruan tinggi dalam memenuhi kebutuhannya akan lebih baik lagi, sehingga diharapkan kualitas pendidikan kita akan semakin baik. Disisi lain, kebijakan tersebut akan sangat berpotensi mengakibatkan biaya pendidikan naik, karena otonomi kampus sehingga mungkin sudah tidak ada subsidi lagi. Kenaikan biaya perkuliahan sebenarnya bisa saja dihindari walaupun itu sangat berat, tentu jika perguruan tinggi mampu mencari dana dari luar. Selain itu, adanya kebijakan tersebut akan memungkinkan memberikan peluang bagi anak bangsa yang tidak mampu kuliah, tentu dengan menganut sistem keadilan proporsional. Tarif biaya pendidikan yang tinggi hanya diperuntukan bagi masyarakat yang mampu, sementara bagi yang tidak mampu bisa dibantu dari dana yang sebelumnya digunakan untuk mengsubsidi PTN sehingga mereka bisa kuliah gratis dengan biaya secara penuh dari pemerintah.
Sistem subsidi yang telah kita terapkan sebelumnya adalah pemberian keringanan biaya perkualiahan tanpa memandang tingkat kesejahteraan masyarakat. Bagi orang kaya atau mampu, biaya pendidikan sebesar apapun tidak akan menjadi masalah, apalagi indonesia ini sebenarnya merupakan negara yang sangat kaya, hanya saja kekayaan itu tidak merata. Disisi lain ada orang indonesia yang dinobatkan sebagai orang terkaya di asia, namun masih banyak pula warga indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan dengan segala keterbatasannya. Kondisi tersebut perlu benar benar menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengambil setiap kebijakan khususnya yang menyangkut persoalan biaya pendidikan. Adanya sistem yang baru akan memungkinkan pemberian subsidi atau bantuan pendidikan yang lebih tepat sasaran dengan memberi kesempatan dan memfasilitasi generasi bangsa yang tidak mampu. Tanpa adanya kepedulian dari pemerintah, maka akan ada banyak generasi bangsa yang kehilangan kesempatan untuk mengeyam pendidikan khususnya ditingkat universitas hanya karena tidak mampu membayar biaya kuliah.
Permasalahan yang mungkin akan dihadapi pemerintah terkait kebijakan ini jelas akan bertambah. Status kepegawaian dari PTN sendiri tentu akan berubah. Selain itu, apakah semua PTN sudah siap untuk melaksanakan semua ini, dan yang terpenting adalah bagaimana pemerintah bisa menjamin bahwa kebijakan ini bisa dilaksanakan dengan tepat sasaran dan mampu mengatasi berbagai persoalan yang ada. Perlu adanya peran serta masyarakat dan semua kalangan secara aktif dalam mengawasi pelaksanan mengenai kebijakan tersebut. Semoga kebijakan tersebut benar-benar akan menjadikan kualitas pendidikan kita semakin baik.
The global crisis a great chance to improve our economy
Krisis ekonomi yang terjadi nampaknya belum juga selesai. Meski secara umum perekonomian kita masih cukup kuat namun sebagian besar industri kita telah merasakan akibat dari adanya global crisis. Beberapa industri telah gulung tikar dan yang lainnyapun terancam. Sepintas, hal ini jelas mengakibatkan adanya kekhawatiran dari kalangan industri. Jika kondisi ini terus berlarut, tentu akan berdampak lebih buruk lagi bagi sektor perindustrian kita. Bila kita cermat, tentu kita bisa memanfaatkan event ini sebagai awal untuk memulai sesuatu yang baru.
Adanya penolakan terhadap sejumlah komoditi ekspor, akan memaksa produsen mencari pasar alternatif dalam negeri dan pasar luar negeri yang lain. Selain itu, kendala impor beberapa bahan pokok akan memicu produksi komoditi lokal. Melihat kondisi seperti ini, mestinya semua produk biomass di rising up produksinya. Hal ini bisa mengurangi ketergantungan kita terhadap beberapa produk impor, karena sebenarnya kita sendiri mampu menghasilkan produk produk tersebut. Kita memiliki kondisi geografis yang sangat mendukung. Lahan yang luas, jumlah air yang melimpah mestinya bisa dimanfaatkan secara optimal dalam produksi biomass. Perlu adanya dukungan yang real dari pemerintah untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi peningkatan dan perkembangan sektor pertanian.
Saat ini kita mesti fokus dalam mewujudkan suatu sustainable agriculture kendati ini merupakan pekerjaan yang berat dan sebenarnya telah dirumuskan dari dahulu. Bagi negara kita, peluang untuk mewujudkan suatu sustainable agriculture itu sangatlah mungkin, dan bisa dimulai dari sekarang. Kita bisa memproduksi semua bahan pangan secara optimal dengan memanfaatkan segala potensi yang ada, menyediakan berbagai bahan baku industri, ketersediaan energipun mencukupi karena kita memiliki beraneka ragam bahan bakar fosil. Jumlah penduduk yang besar, merupakan modal bagi perkembangan sektor perindustrian karena tersedia tenaga kerja dalam jumlah besar, selain itu jumlah penduduk yang tinggi merupakan suatu pasar yang sangat potensial bagi pemasaran produk pertanian kita.
Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya kemampuan sumber daya manusia (SDM) kita, tingkat ketimpangan sosial yang tinggi, dan persoalan sosial lainnya. Jumlah tenaga yang besar bekum bisa memenuhi kebutuhan sektor industri, karena rendahnya skill mereka, selain itu Poverty Rate yang tinggi mengakibatkan tingkat konsumsi masyarakat secara umum masih rendah sehingga industri akan mengalami permasalahan pemasaran hasil produksi, terutama industri yang menghasilkan produk kebutuhan sekunder atau tersier. Meski angka kemiskinan masih tinggi, namun pasar lokal masih tetap memiliki potensi yang cukup tinggi sebagai alternatif pemasaran produk pertanian, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan pokok.
Melalui perencanaan yang matang, dari perencanaan produksi hingga pemasaran produksi akan mampu mewujudkan pertanian yang berkelanjutan dengan didukung adanya sistem pertanian yang solid. Pemerintah merupakan pihak yang paling bertanggung jawab dalam mendukung terwujudnya pertanian yang berkelanjutan melalui stimulan berupa penyediaan sarana dan pembinaan. Selain itu, pemerintah mestinya bisa menjamin kestabilan harga sehingga akan ada progress terhadap produk pertanian secara otomatis baik dalam skala cepat ataupun normal. Tingkat kesejahteraan masyarakat semakin baik, kebutuhan bahan pokok dan industri terpenuhi tanpa harus mengimpor lagi. Hal ini akan memicu pertumbuhan sektor industri yang pada akhirnya akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Proses tersebut akan berjalan dengan baik melalui peran pemerintah, masyarakat dan semua element yang terkait.
Sebuah Kehidupan Masyarakat Pedesaan…look to the future
sebagai salah satu orang yang dilahirkan dari pedesaan, saya ingat benar hari-hari yang saya lewatkan ketika masih kecil di sebuah desa tempat tingal saya. Meski kami berada di desa, namun kesadaran akan pentinggnya pendidikan sudah melekat kuat dalam keluarga besar saya. Hampir seluruh keluarga besar saya sudah mengenyam pendidikan hingga tingkat universitas. Saya cukup tertegun ketika melihat kehidupan sebagian besar masyarakat desa yang cenderung tetap dari periode keperiode. Mereka tidak pernah sadar akan pentingnya pendidikan, yang mereka pikirkan hanyalah saat ini saja.
Sebagian besar masyarakat desa bermata pencaharian sebagai petani dan menjadi buruh disektor pertanian. Hal ini terjadi karena sebagian besar mereka adalah masyarakat low education. Mereka tidak mungkin bekerja disektor lain yang bisa menjamin tingkat kehidupannya karena rendahnya skill mereka. Pekerjaan mereka mengandalkan kekuatan fisik sebagai modal utama mereka bekerja. Penghasilan merekapun tidak menentu dari hari kehari. Kehidupan merekapun cenderung tetap. Kondisi ini mestinya menjadi tangung jawab kita semua bersama pemerintah untuk bersama-sama mengubah paradigma masyarakat pedesaan akan pentingnya pendidikan sebagai sarana untuk membawa mereka menuju kehidupan yang lebih baik. Bagi orangtua yang sudah tidak mungkin lagi menempuh pendidikan karena faktor usia, maka sudah semestinya mewajibkan pada anaknya untuk menempuh pendidikan palin tidak sampai pada level SLTA. Mereka harus sadar bahwa pekerjaan yang mengandalkan kekuatan fisik tidak akan bisa menjamin masa depan yang cerah. Masyarakat pedesaan mestinya memikirkan jangka panjang kedepan, tidak hanya berfikir pada saat ini saja. Dengan memiliki pandangan jangka panjang untuk masa depan yang baik, masyarakat akan mampu mempersiapkan apa yang harus mereka kerjakan pada saat ini agar kehidupanyya di masa mendatang akan lebih baik lagi.
Tidak menjamin bahwa seorang sarjana lebih baik dari lulusan SMA, begitu juga dengan lulusan SMA yang lebih baik dari lulusan SMP. Banyak orang yang membuat saya terkagum, terutama mereka yang tidak mengenyam pendidikan sampai universitas bahkan tidak pernah sekolah sama sekali tetapi mereka bisa menjadi orang sukses. Hal ini mungkin menjadi salah satu penyebab kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Mereka berfikir, tanpa sekolah saja bisa menjadi orang sukses, dan banyak juga sarjana yang telah mengenyam pendidikan namun masih menganggur. Pandangan seperti ini harus diubah, dengan berfikir bahwa jika orang yang tidak sekolah saja bisa sukses maka mestinya orang yang memiliki kesempatan mengenyam pendidikan lebih sukses dari orang yang tidak mengeyam pendidikan.
Interaksi antara masyarakat dengan pemerintah dan kalangan akademis merupakan salah satu sarana untuk menuju perubahan ke arah yang lebih baik. Dari kehidupan masyarakat pedesaan, kita bisa belajar sangat banyak tentang hidup, sehingga kita lebih peka lagi terhadap berbagai persoalan yang ada dalam masyarakat kita. Dengan demikian, semakin sering kita berinteraksi dengan masyarakat maka kita akan lebih paham bagaimana membantu mereka mengatasi permasalahan yang ada pada mereka. Hal ini tidaklah mudah, karena memerlukan pengorbanan terutama pengorbanan waktu. Meski begitu, kita bisa saling belajar antar semua pihak yang terkait bersama sama memberikan solusi dan yang terpenting adalah adanya suatu “Action“berupa tindakan yang konkret.
UGM peringkat 88 di ASIA versi webometrics???
Setiap manusia menginginkan yang terbaik bagi masa depannya. Tak heran jika mereka mengenyam berbagi pendidikan hingga jenjang yang dirasa cukup. Masa depan seseorang dinilai akan terjamin salah satunya jika ia berhasil menuntut penndidikan di suatu perguruan tinggi yang bergengsi yaitu perguruan tinggai favorit, setidaknya itulah yang masih terjadi di indonesia. Nama atau reputasi suatu perguruan tinggi sangat berpengaruh terhadap masa depan lulusannya walau tidak sepenuhnya itu benar karena kunci kesuksesan seseorang pada intinya adalah tergantung pada dirinya. Semakin tinggi atau baik reputasi suatu perguruan tinggi, maka nilai dari lulusannya akan semakin tinggi, apalagi jika perguruan tinggi tersebut mampu menduduk peringkat dunia.
UGM merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik dan tertua di indonesia. Berdasarkan peringkat dari webometric, hanya ada dua perguruan tinggi di indonesia yang masuk dalam peringkat 100 besar asia yaitu UGM dan ITB. UGM dari tahun ketahun mengalami penurunan peringkat dalam 100 perguruan tingi terbaik di asia. Menanggapi hal tersebut, kita mestinya tetap bangga dan yakin pada kemampuan kita sebagai kalangan akademisi di UGM jika kita adalah yang terbaik. Penentuan peringkat webometric ditentukan berdasarkan banyak kriteria, diantaranya adalah ketersediaan fasilitas, sarana, manajemen dan sistem pendukung lainnya. Jika kita bebicara mengenai fasilitas,sarana dsb, maka satu kata kunci untuk memenuhi kebituhan tersebut yaitu uang. Kita jelas kalah dari segi sarana fisik karena memang keterbatasan anggaran kita untuk sektor pendidikan. Negara-negara yang memiliki pendapatan yang besar, akan melengkapi sarana dengan baik. Begitu juga dengan sarana lainnya. Tidak heran jika National University of Singapore (NUS)bisa menempati peringkat 5 besar karena singapura tergolong negara maju dengan uang yang berlimpah. Kita harus tetap optimis jika kitalah yang terbaik
Contribution of agricultural sector for economi crisis on 2008
Dunia ini penuh dengan berbagai persoalan yang sangat rumit. Belakangan ini kita kembali dihadapkan pada suatu isu hebat yaitu adanya krisis ekonomi global. Kondisi ini jelas mendapatkan respon yang cukup hebat dari masyarakat seluruh dunia yang terkena imbas krisis tersebut, tak terkecuali di indonesia. Indonesia punya kenangan yang sangat pahit pada tahun 1998 lalu, dimana bangsa kita benar-benar mengalami kondisi perekonomian yang berantakan akibat adanya krisis. Dampak krisis pada waktu itu terhadap perekonomian indonesia jelas sangat terasa. Hal tersebut karena banyaknya urusan kita dengan luar negeri. Kita masih bergantung pada luar negeri, baik bahan baku, bahan pangan ataupun masalah finansial. Kita memiliki bahan baku/raw material yang berlimpah, namun karena keterbatasan SDM yang tersedia, sehingga kita tidak mampu mengelola kekayaan alam kita dengan baik. Keadaan tersebutlah yang menjadikan kita terimbas krisis ekonomi pada tahun 1998 dengan kondisi yang memprihatinkan. Resesi ekonomi diluar negeri mengakibatkan penolakan ekspor barang-barang dari indonesia keluar negeri. Begitupun sebaliknya. Neraca perdagangan kita menjadi tidak seimbang. Nilai tukar mata uang kita menjadi lemah terhadap sejumlah mata uang asing, khususnya terhadap dolar amerika. Hal ini semakin memperburuk perekonomian kita. Perbankan merupakan salah satu sektor yang mendapatkan imbas terburuk. Sejumlah kewajiban yang harus dibayarkan keluar negeri dalam bentuk dollar baik itu bunga hutang, cicilan hutang ataupun bentuk lainnya jelas mengkibatkan terkurasnya keuangan perbankkan indonesia akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar. Hal tersebut menimbulkan masalah likuiditas yang sangat serius bagi dunia perbankan di indonesia. Sejumlah bank swasta mengalami kebangkrutan karena tidak adanya dukungan finansial, begitupun dengan sejumlah bank pemerintah yang mengalami kerugian besar akibar krisis tersebut.
Krisis yang terjadi saat ini memang belum berdampak luar biasa seperti pada tahun 2008. Namun jika kondisi ini berlangsung terus menerus, jelas kondisi tahun 1998 akan terulang lagi. Namun disisi lain kita tetap optimis untuk bisa keluar dari permasalahan tersebut. Hal tersebut karena kita memiliki kekayaan alam yang melimpah, kondisi iklim tropis, tanah yang subur menjadikan kita sangat kaya akan bahan baku raw material ataupun bahan pangan. Kita tidak perlu dipusingkan dengan pemenuhan kebutuhan pangan selama sektor pertanian dijalankan dengan baik. Industri dan perbankan harus mulai memikirkan untuk mencari mitra/pasaran dalam negeri. Dengan segala kekayaan dan potensi yang kita miliki dan nilainya tak terhingga, maka sangat mungkin kita menjadi suatu bangsa yang mandiri. Pertanian yang optimal dan sustainable akan mampu menghasilkan produksi biomass yang berlimpah untuk memenuhi kebutuhan pangan dan industri. Selain itu akan menyerap tenaga kerja. Produk pertanian yang melimpah dan berkualitas akan mejadi incaran negara lain, karena masih banyak negara lain yang yang tidak memiliki kekayaan alam, sehingga pemenuhan kebutuhan bahan baku ndustri ataupun pangan masih bergantung pada negara seperti indonesia. Sistem perekonomian yang bergantung pada potensi lokal, akan memiliki ketahanan yang sangat kuat terhadap berbagai pengaruh buruk dari luar. Sebagai negara agraris, indonesia akan memiliki perekonomian yang mantap jika mampu menjadikan pertaian sebagai sektor andalan. (Chandra Setyawan STP)
Where is our freedom???
in 63 years ago, we had freedom from the foreigner imperialism. The our first president ‘mr soekarno’ believe, that indonesia going to be a great nation in the world with all our potential in anything. Every step was taken to learn more how to built our nation well. But, it’s was stopped since mr soekarno left us. After that, the new imperialisme is comming in new form. Occupy all of the life sector in indonesia. I hope one day, indonesia will find new great leader.to be continue……..
Indonesia is one of the rich country in the world
Indonesia negara yang kaya raya, dengan natural capital yang tak ternilai harganya…namun keterbatasan SDM yang high skill manjadikan kita kurang mampu memanfaatkan dan mengolahnya secara optimal…sebagian besar kekayaan kita di eksplorasi oleh kekuatan asing, sehingga banyak pihak asing yang lebih diuntungkan dari pada kita!!semoga untuk kedepan, perhatian pemerintah di sektor pendidikan akan semakin baik, sehingga dari pendidikan itulah diharapkan akan lahir manusia-manusia dengan skill yang memadai dari berbagai bidang. Pendidikan merupakan aset masa depan yang tak ternilai harganya
-
Archives
- April 2009 (1)
- January 2009 (1)
- December 2008 (2)
- November 2008 (1)
- October 2008 (2)
- August 2008 (2)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS




