Indonesia-Rusia in Education Relationship
Sejak merdeka, Indonesia berusaha meningkatkan kerjasama dengan berbagai negara dunia sebagai langkah untuk mengeksiskan keberadaan republik ini, sekaligus menuju negara Indonesia yang semakin maju. Pada masa awal pemerintahan presiden soekarno, salah satu negara adi daya yang berhasil di rangkul oleh Indonesia adalah Rusia. Pada jaman itu, banyak sekali orang indonesia yang dikirim ke Rusia untuk mengikuti pendidikan di berbagai bidang dan tingkat sebagai salah satu bentuk kerja sama disektor pendidikan antara pemerintah RI-Rusia. Sebagai salah satu negara adi daya, tentu Rusia memiliki tingkat kehidupan yang modern dan maju disemua bidang termasuk di bidang pendidikan dan iptek. Banyak orang Indonesia lulusan dari Rusia yang membantu dalam membangun bangsa ini. Namun sejak presiden Soekarno turun jabatan sebagai presiden RI ditambah lagi runtuhnya USSR, jumlah pelajar Indonesia yang belajar di Rusia semakin menurun hingga saat ini. Menurut catatan kedutaan besar Indonesia untuk Rusia, hanya ada sekitar 100 orang indonesia yang belajar di Rusia saat ini dan itupun di dominasi oleh pelajar yyang menuntut ilmu pada level S-1. Jika dibandingkan dengan Malaysia atau Vietnam dimana jumlah pelajar yang belajar di Rusia sangat besar mencapai ribuan tentu jumlah pelajar Indonesia di Rusia sangatlah sedikit. Ada banyak hal yang menjadi penyebabnya, diantaranya karena harus belajar bahasa rusia yang memakan waktu lebih dari 9 bulan, biaya kuliah yang mahal sedangkan lembaga/pemerintah rusia hanya bisa memberi sedikit beasiswa sekitar 50 USD perbulan. Rusia sangat dikenal dibidang IPTEKnya, semoga hal ini bisa menjadi pertimbangan pemerintah untuk lebih memacu pelajar Indonesia belajar di Rusia mungkin melalui pemberian beasiswa yang jumlahnya lebih dari cukup untuk biaya hidup dan studi di Rusia.
No comments yet.
Leave a comment
-
Archives
- April 2009 (1)
- January 2009 (1)
- December 2008 (2)
- November 2008 (1)
- October 2008 (2)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS