Setiap manusia menginginkan yang terbaik bagi masa depannya. Tak heran jika mereka mengenyam berbagi pendidikan hingga jenjang yang dirasa cukup. Masa depan seseorang dinilai akan terjamin salah satunya jika ia berhasil menuntut penndidikan di suatu perguruan tinggi yang bergengsi yaitu perguruan tinggai favorit, setidaknya itulah yang masih terjadi di indonesia. Nama atau reputasi suatu perguruan tinggi sangat berpengaruh terhadap masa depan lulusannya walau tidak sepenuhnya itu benar karena kunci kesuksesan seseorang pada intinya adalah tergantung pada dirinya. Semakin tinggi atau baik reputasi suatu perguruan tinggi, maka nilai dari lulusannya akan semakin tinggi, apalagi jika perguruan tinggi tersebut mampu menduduk peringkat dunia.
UGM merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik dan tertua di indonesia. Berdasarkan peringkat dari webometric, hanya ada dua perguruan tinggi di indonesia yang masuk dalam peringkat 100 besar asia yaitu UGM dan ITB. UGM dari tahun ketahun mengalami penurunan peringkat dalam 100 perguruan tingi terbaik di asia. Menanggapi hal tersebut, kita mestinya tetap bangga dan yakin pada kemampuan kita sebagai kalangan akademisi di UGM jika kita adalah yang terbaik. Penentuan peringkat webometric ditentukan berdasarkan banyak kriteria, diantaranya adalah ketersediaan fasilitas, sarana, manajemen dan sistem pendukung lainnya. Jika kita bebicara mengenai fasilitas,sarana dsb, maka satu kata kunci untuk memenuhi kebituhan tersebut yaitu uang. Kita jelas kalah dari segi sarana fisik karena memang keterbatasan anggaran kita untuk sektor pendidikan. Negara-negara yang memiliki pendapatan yang besar, akan melengkapi sarana dengan baik. Begitu juga dengan sarana lainnya. Tidak heran jika National University of Singapore (NUS)bisa menempati peringkat 5 besar karena singapura tergolong negara maju dengan uang yang berlimpah. Kita harus tetap optimis jika kitalah yang terbaik


